Pemerintah Sepakat Gelar Operasi Pasar untuk 4 Komoditas Bahan Pokok Strategis, Menjelang Puasa 2025

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 20 Februari 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Dok. Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Dok. Kementan)

JAKARTA – Pemerintah sepakat akan menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah.

Unfuk bahan pokok strategis dengan harga terjangkau atau di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Komitmen ini disepakati bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, dan sejumlah produsen yang bergerak di bidang pangan.

“Kami sepakat akan melakukan operasi pasar terutama untuk empat komoditas seperti Minyakita, gula pasir, daging kerbau, dan juga bawang putih.”

“Kami sedang berupaya agar semua komoditas tersebut harganya bisa di bawah HET.”

“Alhamdulillah untuk DMO (Domestic Market Obligation) minyak goreng turun dari Rp13.500 menjadi Rp12.500,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Dia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Bahan Pokok Menjelang Puasa di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu, 19 Februari 2025.

Mentan Amran memastikan kecukupan stok untuk sembilan komoditas bahan pokok. Akan tetapi, harga komoditas masih menjadi persoalan.

Misalnya, HET Minyakita yang sudah disepakati adalah Rp15.700 per liter, namun realisasinya di lapangan sebesar Rp17.500 per liter.

Pemerintah menekankan agar para pengusaha mematuhi HET yang telah ditetapkan.

“Dan kami pastikan juga untuk sembilan komoditas dalam kondisi aman.”

“Karena itu, saya meminta agar semua kementerian dan badan yang bergerak di bidang pangan.’.

“Untuk mengawal jalannya operasi pasar dan penetapan HET selama bulan Ramadan dan Lebaran 2025 mendatang,” katanya.

Berikutnya, Mentan Amran mengatakan kegiatan operasi pasar dilakukan di semua daerah terutama wilayah-wilayah yang rentan mengalami kenaikan harga.

Seperti Indonesia bagian timur. Pemerintah ingin kegiatan ini berjalan sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan.

“Kita lakukan operasi pasar terbesar dan masif. Operasi pasar ini dilakukan di seluruh Indonesia dan semua pihak terlibat dan kolaborasi mulai dari pusat sampai daerah.’

“Dan saya tekankan juga bahwa harga operasi pasar mutlak di bawah HET dan untuk tugas yang melakukan pemantauan saya minta Kasatgas Pangan turun sampai ke bawah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran jugga memberikan peringatan keras kepada para pengusaha yang tidak mematuhi dan tidak menjalankan penjualan bahan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Tidak main-main, perusahaan yang melanggar terancam disegel dan dibekukan izinnya.

“Jangan sampai semua komoditas bahan pokok ini melebihi HET yang telah ditentukan.”

“Karena itu tolong dari Kasatgas Pangan, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) agar HET dan operasi pasar ini dikawal dengan baik sebab ini adalah perintah panglima tertinggi Presiden Prabowo Subianto.”

“Kalau ada yang melanggar kami pastikan akan dilakukan penindakan bahkan pencabutan izin usaha,” ujarnya.***

Artikel di atas, sebelumnya telah dipublikasikan portal berita Mediaagri.com. Terima kasih

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahnews.com dan Haloagro.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sentranews.com dan Indonesiaraya.co.id

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellojateng.com dan Hariankarawang.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Ketika Inovasi Tak Cukup: Tantangan Baru Wirausaha Desa dan Agribisnis
Distribusi Jagung Pakan 52.400 Ton Mulai September, Harga Telur Tetap Terjangkau
Harga Beras Turun, Petani Tersenyum, Mafia Pangan Kena Sikat
Petani Makin Berdaya, Panen Makin Melimpah Berkat Data Cuaca
Menelusuri Strategi Pemerintah Jaga Harga Gabah Dan Beras
Cadangan Beras 4,2 Juta Ton: Apakah Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor?
Ketahanan Pangan Bergantung pada Reformasi Sistem Perberasan yang Adil dan Berkelanjutan
BGN Tegaskan Logo Resmi Tidak untuk Promosi SPPG Tanpa Izin

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:22 WIB

Ketika Inovasi Tak Cukup: Tantangan Baru Wirausaha Desa dan Agribisnis

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Distribusi Jagung Pakan 52.400 Ton Mulai September, Harga Telur Tetap Terjangkau

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:09 WIB

Harga Beras Turun, Petani Tersenyum, Mafia Pangan Kena Sikat

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:32 WIB

Petani Makin Berdaya, Panen Makin Melimpah Berkat Data Cuaca

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:11 WIB

Menelusuri Strategi Pemerintah Jaga Harga Gabah Dan Beras

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:23 WIB

Cadangan Beras 4,2 Juta Ton: Apakah Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor?

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:55 WIB

Ketahanan Pangan Bergantung pada Reformasi Sistem Perberasan yang Adil dan Berkelanjutan

Selasa, 22 Juli 2025 - 09:49 WIB

BGN Tegaskan Logo Resmi Tidak untuk Promosi SPPG Tanpa Izin

Berita Terbaru