Harga Beras Turun, Petani Tersenyum, Mafia Pangan Kena Sikat

Stok beras pemerintah 1,3 juta ton, harga gabah petani dijaga, mafia pangan dibongkar, rakyat merasakan langsung manfaat kebijakan pangan yang berpihak.

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan perang melawan mafia pangan. (Dok. Kementan)

1. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan perang melawan mafia pangan. (Dok. Kementan)

APA jadinya bila harga gabah jatuh, sementara harga beras di pasaran justru melonjak? Pertanyaan ini kerap muncul di tengah keresahan petani maupun konsumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi situasi yang merugikan kedua pihak, terutama akibat praktik mafia pangan.

Pemerintah, kata Amran, memastikan kebijakan sektor perberasan saat ini berpihak kepada petani dan masyarakat, dengan langkah konkret menjaga harga dan menekan permainan pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Negara hadir untuk rakyat. Petani harus sejahtera, rakyat tidak boleh terbebani harga,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Pemerintah Gelontorkan Stok Beras Cadangan Hingga 1,3 Juta Ton

Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman melalui pelepasan stok cadangan pemerintah sebesar 1,3 juta ton hingga akhir 2025.

Langkah ini ditempuh melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digencarkan Perum Bulog bersama TNI/Polri dan instansi terkait di seluruh daerah.

Menurut Amran, pelepasan stok ini dirancang untuk menjaga harga beras tetap terjangkau, sekaligus memberi kepastian pasar agar gabah petani tetap terserap.

“Stok beras pemerintah 1,3 juta ton kita gelontorkan untuk menstabilkan harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Amran.

Pemerintah Tegas Bertindak Menghadapi Mafia Pangan Nasional

Pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap praktik mafia pangan yang dianggap merugikan petani dan konsumen serta menimbulkan distorsi di pasar beras.

Investigasi yang dipimpin langsung Menteri Pertanian menemukan 212 dari 268 merek beras premium di pasaran tidak sesuai standar kualitas yang berlaku.

Kasus ini, menurut Amran, telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum agar mafia pangan tidak dibiarkan menguasai ekosistem agribisnis nasional.

“Saya tidak akan tinggal diam, mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan,” ujar Amran.

Harga Gabah Petani Dijaga Dan Serapan Bulog Meningkat Pesat

Di sisi hulu, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk menjaga pendapatan petani di tengah tekanan pasar.

Bulog mencatat serapan gabah meningkat dua kali lipat menjadi 6.000 ton per hari, mencerminkan keberpihakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani.

Data terbaru menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2025 mencapai 122,64, yang berarti ada peningkatan nyata dalam kesejahteraan rumah tangga petani.

“Pemerintah menjaga dua kepentingan sekaligus, petani tidak dirugikan, rakyat tetap bisa tersenyum,” kata Amran menekankan.

Harga Beras Konsumen Turun Di Banyak Wilayah Sejak Akhir Agustus

Kebijakan ini juga memberi dampak langsung di tingkat konsumen, dengan harga beras mulai menurun di 15 provinsi sejak 26 Agustus 2025 lalu.

Beberapa wilayah yang mencatat penurunan harga beras antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Aceh, dan Sumatera Utara.

Di ritel modern, harga beras turun rata-rata Rp1.000 per kilogram berkat distribusi beras SPHP yang mencapai 6.000 ton per hari dan akan ditingkatkan 10.000 ton.

“Dengan stok beras melimpah, harga mulai stabil, serta langkah berani melawan mafia pangan, Indonesia mampu menjaga kedaulatan pangan,” pungkas Amran.

Menuju Kedaulatan Pangan Demi Bangsa Berdiri Lebih Tegak

Mentan optimistis Indonesia tidak hanya menuju swasembada, tetapi juga mampu meraih kedaulatan pangan agar bangsa berdiri tegak tanpa tekanan pihak manapun.

Komitmen menjaga kepentingan petani dan rakyat menjadi prioritas utama, dengan menekan mafia pangan serta menstabilkan harga melalui kebijakan berbasis keberpihakan.

Pemerintah berharap langkah-langkah ini menjadi pondasi kuat bagi ekosistem pertanian yang adil, transparan, dan mampu mengurangi ketergantungan pangan dari luar negeri.

“Kami tidak hanya ingin swasembada, tapi juga kedaulatan pangan,” ujar Amran menutup pernyataannya.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Ketika Inovasi Tak Cukup: Tantangan Baru Wirausaha Desa dan Agribisnis
Distribusi Jagung Pakan 52.400 Ton Mulai September, Harga Telur Tetap Terjangkau
Petani Makin Berdaya, Panen Makin Melimpah Berkat Data Cuaca
Menelusuri Strategi Pemerintah Jaga Harga Gabah Dan Beras
Cadangan Beras 4,2 Juta Ton: Apakah Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor?
Ketahanan Pangan Bergantung pada Reformasi Sistem Perberasan yang Adil dan Berkelanjutan
BGN Tegaskan Logo Resmi Tidak untuk Promosi SPPG Tanpa Izin
Pemerintah Luncurkan SPHP Beras Stabilkan Harga dan Lindungi Daya Beli Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:22 WIB

Ketika Inovasi Tak Cukup: Tantangan Baru Wirausaha Desa dan Agribisnis

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Distribusi Jagung Pakan 52.400 Ton Mulai September, Harga Telur Tetap Terjangkau

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:09 WIB

Harga Beras Turun, Petani Tersenyum, Mafia Pangan Kena Sikat

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:32 WIB

Petani Makin Berdaya, Panen Makin Melimpah Berkat Data Cuaca

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:11 WIB

Menelusuri Strategi Pemerintah Jaga Harga Gabah Dan Beras

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:23 WIB

Cadangan Beras 4,2 Juta Ton: Apakah Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor?

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:55 WIB

Ketahanan Pangan Bergantung pada Reformasi Sistem Perberasan yang Adil dan Berkelanjutan

Selasa, 22 Juli 2025 - 09:49 WIB

BGN Tegaskan Logo Resmi Tidak untuk Promosi SPPG Tanpa Izin

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB