Dengan Tungku Biomassa, Kabupaten Sikka NTT Siap Menjalankan Program Makan Bergizi Gratis

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 2 Agustus 2024 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKÌ) Riki Ibrahim bersama tokoh perempuan Yofani Yuki dan Pimpinan Comestoarra.com Arief Noerhidayat. (Dok. Comestoarra.com)

Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKÌ) Riki Ibrahim bersama tokoh perempuan Yofani Yuki dan Pimpinan Comestoarra.com Arief Noerhidayat. (Dok. Comestoarra.com)

PANGANNEWS.COM – Program Makan bergizi gratis merupakan program unggulan Presiden terpilih yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting.

Juga meningkatkan gizi dan nutrisi, meningkatkan prestasi akademis, dan mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Bicara tentang makan bergizi gratis, maka yang harus dipikirkan bukan hanya bahan baku makanan dan menu makanan yang akan disajikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana program makan bergizi gratis harus bisa memikirkan ketersediaan energi untuk memasak.

Terkait energi untuk makan bergizi gratis, tokoh perempuan di wilayah Flores dan kabupaten Sikka Yofani Yuki memiliki solusi yaitu penggunaan tungku biomassa.

Tungku biomassa ini dapat menggunakan bahan baku potongan kayu kecil atau cangkang kemiri yang berlimpah di sebagian besar wilayah Flores, khususnya kabupaten Sikka.

Keuntungan-keuntungan Memasak Gunakan Tungku Biomassa

Tungku biomassa ini sangat minim asap, hemat bahan baku biomassa, dan dapat digunakan memasak dalam waktu lebih dari 3 (tiga) jam.

Yuki mengatakan bahwa masyarakat di kabupaten Sikka pada khususnya dan wilayah Flores pada umumnya, masih bergantung pada minyak tanah dan kayu bakar.

Kendala distribusi bahan bakar gas, khususnya gas 3kg, dan masyarakat masih memegang prinsip budaya leluhur.

Dimana warna api itu adalah merah menyebabkan bahan bakar gas tidak populer di tengah masyarakat.

Merahnya api merupakan simbol kehangatan dan kekeluargaan. Di sisi lain, harga minyak tanah dalam setahun terakhir mencapai Rp 10.000 per liter.

Di sejumlah desa di Flores, distribusi minyak tanah juga masih mengalami kendala sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Masalah memasak dengan kayu bakar adalah asap dan juga kebutuhan kayu bakar yang cukup banyak untuk 1 kali memasak.

Penggunaan Tungku Biomassa Sama dengan Memasak dengan Biaya Terjangkau

Secara esensi, Yuki menyakini niat baiknya untuk menghadirkan tungku biomassa dan bahan baku biomassa.

Untuk memasak makanan pada program makan bergizi gratis akan menyasar pada sustainable development goals (SDGs).

Tungku biomassa dan bahan baku biomassa akan berdampak pada SDG nomor 2 (menghapus kelaparan).

Bila pengelola program makan bergizi gratis di kabupaten Sikka bisa memasak dengan biaya yang terjangkau.

Maka biaya yang biasanya digunakan untuk membeli energi (bahan bakar gas, kayu bakar atau minyak tanah) dapat dialihkan untuk membeli lauk pauk.

Tentu penerima manfaat makan bergizi gratis dapat merasakan makanan yang bukan hanya bergizi tapi juga lezat.

Asupan Gizi yang Baik akan Berdampak Positif pada SDG

Dengan asupan gizi yang baik, maka akan berdampak pada SDG nomor 3 (kesehatan yang baik).

Dua poin ini sangat fundamental untuk bisa mencapai SDG nomor 5 tentang kesetaraan, khususnya kesetaraan gender.

Laki laki, perempuan, anak anak, bisa mendapatkan makanan dan gizi yang laik.

Selain itu, dengan asupan nutrisi yang baik, maka #SDGs nomor 1 (pemberantasan kemiskinan), 8 (kerja layak dan pertumbuhan ekonomi), dan 10 (pengurangan kesenjangan) bisa diwujudkan.

Yuki merass akin akan tercipta multiplyer effect yang menyasar pada ketersediaan lapangan kerja baru.

Bila ekosistem penyediaan hingga pemanfaatan energi berbasis biomassa dan kompor biomassa ini dapat dibangun di kabupaten Sikka

Hal ini bisa dimulai dari penyediaan bahan baku biomassa khususnya cangkang kemiri, transporter, hingga para pembuat kompor biomassa.

Belum lagi, ketersediaan energi yang murah akan membentuk ekosistem di kalangan rumah tangga, penjual sayur dan lauk pauk, hingga petani, peternak, dan nelayan.

Keberlimpahan Material Biomassa Menjadi Kunci Kemandirian Energi

Praktisi energi Riki Ibrahim mengatakan bahwa keberlimpahan material biomassa menjadi kunci kemandirian energi.

Hal itu terkait dengan tungku biomassa untuk mendukung program makan bergizi gratis di kabupaten Sikka,

Dengan sumber daya alam yang berlimpah, termasuk ikan-ikan yang segar, maka Riki meyakini bahwa program makan bergizi gratis dapat berjalan sukses.

Sehimggs bisa menjadi percontohan bagi penerapan program yang sama di daerah lain di Indonesia.

Pimpinan perusahaan rintisan Comestoarra.com Arief Noerhidayat selaku mendukung pernyataan Riki.

Menurut Arief, tungku biomassa dan bahan baku biomassa untuk memasak sudah cukup populer bagi sebagian besar masyarakat di wilayah Flores.

Pernyataan ini didasari pada kesuksesan implementasi tungku biomassa di wilayah Flores, diantaranya di kabupaten Ende pada tahun 2022 dan kabupaten Ngada pada tahun 2023.

Arief menyatakan bahwa, dukungan Yuki sangat membantu perusahaan rintisan comestoarra dalam mengembangkan tungku biomassa.

Arief juga meyakin bahwa niat baik dari Yuki untuk menghadirkan tungku biomassa dan bahan bakar berbasis biomassa untuk mendukung program makan bergizi gratis adalah ide yang sangat brilian.***

Berita Terkait

Ketika Inovasi Tak Cukup: Tantangan Baru Wirausaha Desa dan Agribisnis
Distribusi Jagung Pakan 52.400 Ton Mulai September, Harga Telur Tetap Terjangkau
Harga Beras Turun, Petani Tersenyum, Mafia Pangan Kena Sikat
Petani Makin Berdaya, Panen Makin Melimpah Berkat Data Cuaca
Menelusuri Strategi Pemerintah Jaga Harga Gabah Dan Beras
Cadangan Beras 4,2 Juta Ton: Apakah Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor?
Ketahanan Pangan Bergantung pada Reformasi Sistem Perberasan yang Adil dan Berkelanjutan
BGN Tegaskan Logo Resmi Tidak untuk Promosi SPPG Tanpa Izin

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:22 WIB

Ketika Inovasi Tak Cukup: Tantangan Baru Wirausaha Desa dan Agribisnis

Senin, 8 September 2025 - 16:45 WIB

Distribusi Jagung Pakan 52.400 Ton Mulai September, Harga Telur Tetap Terjangkau

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:09 WIB

Harga Beras Turun, Petani Tersenyum, Mafia Pangan Kena Sikat

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:32 WIB

Petani Makin Berdaya, Panen Makin Melimpah Berkat Data Cuaca

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:11 WIB

Menelusuri Strategi Pemerintah Jaga Harga Gabah Dan Beras

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:23 WIB

Cadangan Beras 4,2 Juta Ton: Apakah Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor?

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:55 WIB

Ketahanan Pangan Bergantung pada Reformasi Sistem Perberasan yang Adil dan Berkelanjutan

Selasa, 22 Juli 2025 - 09:49 WIB

BGN Tegaskan Logo Resmi Tidak untuk Promosi SPPG Tanpa Izin

Berita Terbaru