PANGANNEWS.COM – Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga bawang merah adalah terganggunya produksi di daerah sentra akibat curah hujan yang tinggi dan banjir.
Diketahui, daerah sentra produksi bawang merah antara lain adalah Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati.
Faktor kendala teknis situasi Lebaran 2024 juga memengaruhi harga bawang merah di sejumlah daerah sehingga mengalami kenaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Satgas Pangan Polri Brigadir Jenderal Polisi Whisnu Hermawan menyampaikan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/4/2023).
“Menurunnya aktivitas produsen dalam situasi Lebaran menyebabkan pendistribusian terlambat,” kata Whisnu.
Whisnu yang juga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim menyampaikan rencana tindak lanjut guna mengantisipasi kenaikan harga bawang merah.
Yakni mendorong percepatan pendistribusian bawang merah dari daerah sentra produksi ke daerah defisit stok bawang merah.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
“Kami juga meminta agar Satgas Pangan Daerah melakukan pengecekan ke produsen bawang merah dan gudang penyimpanan di daerah sentra,” kata Whisnu.
Berdasarkan panel harga pangan dari Bapanas pada Rabu (24/4/2024), harga rata-rata nasional untuk bawang merah sebesar Rp53.240 per kilogram.
Sedangkan harga tertinggi mencapai Rp79.520 per kilogram di Papua Tengah dan terendah Rp35.520 per kilogram di Kepulauan Riau
Berdasarkan data yang diperoleh, prognosa stok bawang merah pada April 2024 sebanyak 113.956 ton.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Sedangkan prognosa kebutuhan nasional pada April sebanyak 101.236 ton.
Perkembangan harga bawang merah rata-rata nasional, kata Whisnu, yakni sebesar Rp53 ribu per kilogram.
“Harga Rp53 ribu per kilogram itu 27,72 persen di atas harga acuan pembelian (HAP) sebesar Rp41.500 per kilogram,” kata Whisnu menerangkan.
Sementara itu, kondisi harga bawang merah di Pulau Jawa berkisar Rp54.649 per kilogram, menurun 0,98 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp55.191 per kilogram.
Dari hasil pengecekan Satgas Pangan Polri, diperoleh data per tanggal 22 April 2024 pasokan bawang merah di 22 pasar induk sebanyak 519,9 ton.
Jumlah ini menurun 19,94 persen karena pasokan normal seharusnya 649,5 ton.
Baca Juga:
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
“Awal bulan Mei 2024 di daerah Nganjuk sudah memasuki masa panen sehingga dapat memperkuat stok kebutuhan nasional,” ujar Whisnu.***









