Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian. (Facebook.com/@Tito Karnavian)

Mendagri Tito Karnavian. (Facebook.com/@Tito Karnavian)

PANGANNEWS.COM – Seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk terus melakukan pemantauan terkait dengan perkembangan inflasi di wilayahnya masing-masing.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian Jakarta, Senin 13 Mei 2024.

Tito menyampaijan hal itu saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri.

a

Hingga saat ini pekembangan inflasi Indonesia pada April 2024 secara year on year (YoY) sebesar 3,00 persen.

Data tersebut diperoleh berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Inflasi Indonesia yaitu di angka 3 persen YoY dan ini turun dari 3,05 persen tahun ke tahun pada periode yang sama April 2023 dan 2024, 3 persen.”

Baca artikel lainnya di sini : Banjir Lahar Dingin Kiriman Gunung Marapi, Sumatera Barat Akibatkan Total Korban Meninggal 37 Orang

“Kemudian yang menarik adalah inflasi dari bulan ke bulan, dari bulan Maret ke April itu terjadi penurunan yang sangat signifikan dari 0,52 persen ke angka 0,25 persen,” ucap Tito.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan bahwa inflasi pada periode ini kontribusi komoditas makanan, minuman, dan tembakau.

Baca artikel lainnya di sini : Olahraga Dapat Pertahankan Fungsi Sel Saraf Retina, Terungkap dalam Sebuah Hasil Studi Terbaru

Mengalami penurunan minus 0,03 persen. Komoditas tersebut sebelumnya sering memberikan kontribusi tertinggi terhadap inflasi.

Tito juga menjelaskan bahwa pada periode kali ini, kontribusi tertinggi terhadap inflasi yaitu sektor transportasi.

Terutama transportasi udara yang menyumbang angka inflasi 0,93 persen.

Kondisi ini disebabkan adanya arus balik yang cukup besar pada bulan April.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Di situlah kita minta kepada Kemenhub khususnya Ditjen Perhubungan Udara untuk koordinasi dengan seluruh airlines.”

“Supaya ketika jumlah penumpang tinggi, loading factor passenger-nya tinggi jangan mengambil harga acuan pemerintah tertinggi, itu akan berdampak inflasi.”

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Dan ini terbukti kita lihat sektor transportasi menyumbang 0,93 persen, tertinggi dari 0,25 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Mendagri angka 3,00 persen menandakan inflasi relatif terkendali dan masih berada pada rentang target pemerintah pusat.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Yaitu sebesar 2,5 persen plus minus satu persen, yakni 1,50 persen terendah dan 3,50 persen tertinggi.

Namun, angka ini tidak menggambarkan semua daerah, karena masih ada Pemda yang angka inflasinya di atas 7 persen.

“Ini yang tinggi sekali seperti Minahasa Selatan 7,56 persen, kita memiliki data lengkap semua daerah, Minahasa Utara 7,46 persen.”

“Toli Toli 7,21 persen, Nabire 6,38 persen, ini tinggi kalau di atas 6 persen 7 persen ini sudah tinggi sekali.”

“Artinya apa? Ini daerah-daerah ini masyarakatnya sudah susah, kita tidak bisa mengambil patokan gembira dengan angka 3 persen nasional,” ungkapnya.

Mendagri mengingatkan Pemda agar terus memonitor inflasi. Apalagi pemerintah telah merumuskan 9 langkah yang perlu dikerjakan oleh daerah dalam rangka pengendalian inflasi.

Di antaranya, Pemda melakukan pemantauan harga, melakukan rapat teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah.

Menjaga pasokan bahan pokok barang penting, melakukan gerakan tanam, melaksanakan pasar murah dan sidak pasar.

Hingga memberikan bantuan transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bapak Presiden memerintahkan kepada kita untuk terus monitor dan dilaksanakan terus acara seperti ini, dan acara seperti ini banyak diapresiasi.”

“Beliau sampai mengatakan bahwa di depan menteri yang lain, beliau menyampaikan bahwa hanya di Indonesia inflasi dikendalikan per minggu.”

“Oleh karena itulah saya minta follow up rekan-rekan di daerah untuk betul-betul serius melaksanakan koordinasi inflasi,” tandasnya.***

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Businesstoday.id dan Infoesdm.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media ekonomi & bisnis lainnya, dapat menghubungi Rilisbisnis.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Berita Terkait

Produksi Daging Sapi dan Kerbau Peternakan Dalam Negeri Belum Penuhi Kebutuhan Konsumsi Nasional
Kementerian Kelautan dan Perikanan Bersama BUMN Pangan Didorong Buka Pasar Ekspor Ikan ke Swedia
Badan Pangan Nasional Direkomendasikan KPPU untuk Tetapkan Harga Acuan Bawang Putih
Kemenperin Siapkan SDM untuk Program Hilirisasi, Termasuk Produksi Pangan Nutrisi Berbasis Minyak Sawit
Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi
Sebanyak 141 Daerah Alami Kenaikan Harga Bawang Merah Tapi Tak Lakukan Gerakan Menanam
Tinjau Gudang, Perum Bulog Ungkap Sudah Serap Sebanyak 1.050.000 Ton Gabah Kering Giling di Tingkat Petani
Soal Ketahanan Pangan Berbasis Kemandirian, Badan Pangan Nasional Dukung Pemanfaatan Pangan Lokal
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:59 WIB

Produksi Daging Sapi dan Kerbau Peternakan Dalam Negeri Belum Penuhi Kebutuhan Konsumsi Nasional

Kamis, 23 Mei 2024 - 07:42 WIB

Badan Pangan Nasional Direkomendasikan KPPU untuk Tetapkan Harga Acuan Bawang Putih

Rabu, 22 Mei 2024 - 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan SDM untuk Program Hilirisasi, Termasuk Produksi Pangan Nutrisi Berbasis Minyak Sawit

Senin, 20 Mei 2024 - 21:14 WIB

Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi

Senin, 20 Mei 2024 - 20:05 WIB

Sebanyak 141 Daerah Alami Kenaikan Harga Bawang Merah Tapi Tak Lakukan Gerakan Menanam

Senin, 20 Mei 2024 - 18:07 WIB

Tinjau Gudang, Perum Bulog Ungkap Sudah Serap Sebanyak 1.050.000 Ton Gabah Kering Giling di Tingkat Petani

Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:23 WIB

Soal Ketahanan Pangan Berbasis Kemandirian, Badan Pangan Nasional Dukung Pemanfaatan Pangan Lokal

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:42 WIB

Pengamat Minta World Water Forum Mampu Selesaikan Permasalahan Persediaan Air untuk Pangan

Berita Terbaru