Inflasi Terkendali, Jokowi Beri 5 Arahan untuk Tingkatkan Produksi dan Efisiensi Rantai Pasok Pangan

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 15 Juni 2024 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Pereekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan laporan pada Pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award, di Istana Negara (14/6/2024). (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

Menko Pereekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan laporan pada Pembukaan Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award, di Istana Negara (14/6/2024). (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

PANGANNNEWS.COM – Hasil konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi menghasilkan terkendalinya inflasi di Indonesia.

Sinergi dilakukan antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah

Berdasarkan catatan realisasi inflasi pada Mei 2024 tercatat 2,84% (yoy), terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1%.

Capaian tersebut lebih baik dibandingkan dengan sejumlah negara G20 lain seperti Argentina (289% yoy), Turki (75,45% yoy), dan Rusia (7,84% yoy).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan TPIP dan TPID untuk terus memperkuat pengendalian inflasi.

Melalui pengamanan produksi dan peningkatan efisiensi rantai pasok pangan dengan didukung oleh GNPIP.

Presiden memyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi tahun 2024di Istana Negara, pada Jumat 14 Juni 2024.

Rakornas bertemakan ‘Pengamanan Produksi dan Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok untuk Mendukung Stabilitas Harga’.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

5 Arahan Presiden Jokowi agar Inflasi Terkendali

Presiden Jokowi memberikan 5 (lima) arahan terkait strategi meningkatkan produksi dan efisiensi rantai pasok pangan.

Pertama, memperkuat produksi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pengairan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Kedua, mengakselerasi penerapan teknologi berbasis riset dalam mendukung digitalisasi pertanian (smart agriculture).

Ketiga, mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Keempat, memutakhirkan sistem dan infrastruktur logistik terintegrasi guna mendukung kelancaran distribusi dan efisiensi rantai pasok antar daerah.

Kelima, memperkuat sinergi dan koordinasi anta rlembaga, di tingkat Pusat dan Daerah, guna mendukung upaya pengendalian inflasi.

Arahan Presiden Joko Widodo tersebut disampaikan dalam rangka memastikan terkendalinya inflasi.

Guna membangun landasan yang solid bagi pencapaian sasaran inflasi tahun 2025-2027, masing-masing sebesar 2,5±1%.

Di tengah risiko dampak rambatan ketidakpastian ekonomi global dan tantangan struktural yang masih mengemuka.

Bauran Kebijakan Fiskal, Moneter dan Sektor Riil

“Sesuai dengan strategi kebijakan dari keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.”

“Itu terutama bauran kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil, sehingga inflasi tetap terjaga,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua TPIP pada kesempatan tersebut.

Menko Airlangga mengatakan bahwa strategi kebijakan 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dilakukan melalui beberapa hal.

Pertama, stabilisasi harga untuk mengatasi kenaikan harga dalam jangka pendek melalui penyaluran SPHP, bantuan pangan, dan gerakan pangan murah di seluruh daerah, telah berhasil menahan kenaikan harga pangan lebih tinggi.

Kedua, peningkatan produksi domestik diantaranya diupayakan melalui program pompanisasi, penambahan alokasi pupuk subsidi, maupun akses pembiayaan untuk sektor pertanian.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kemudian yang ketiga, memastikan kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia, antara lain melalui program fasilitasi distribusi pangan pada 10 komoditas pangan strategis oleh Badan Pangan Nasional.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Dan mengoptimalkan pemanfaatan tol laut khususnya untuk daerah-daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).

Sedangkan dari sisi fiskal pusat, dukungan dan sinergi antar Kementerian/Lembaga juga perlu dioptimalkan.

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengungkapkan beberapa hal yang ditekankan dalam pengendalian inflasi dan perlu untuk dilanjutkan.

Yakni kesinambungan pasokan domestik yang merupakan kunci utama untuk menjaga stabilitas harga di seluruh daerah serta penyediaan data pangan yang akuntabel.

Saat ini telah tersedia data harga secara real time dan akurat. Namun, data pasokan pangan saat ini masih dalam pengembangan.

“Pengembangan dari neraca pangan ini menjadi penting. Dari Badan pangan akan mempersiapkan terkait dengan hal kedua yaitu penyediaan data pangan yang akuntabel.”

“Dengan adanaya neraca pangan maka stabilisasi harga di daerah bisa lebih termonitor,” kata Menko Airlangga.

Apresiasi kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Setelah itu, sebagai bentuk apresiasi kepada TPID dalam pengendalian inflasi di daerah, dalam kesempatan tersebut diumumkan pemenang TPID Awards 2024.

Penghargaan tersebut terdiri dari tiga kategori yakni TPID Kinerja Terbaik untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota serta TPID Berprestasi untuk Kabupaten/Kota.

Pemenang TPID Award 2024 adalah sebagai berikut:

1. Wilayah Sumatera => Provinsi: Kepulauan Riau, Kab/Kota Terbaik: Kota Pekanbaru, Kab/Kota Berprestasi: Kabupaten Tanah Datar.

2. Wilayah Jawa-Bali => Provinsi: Jawa Tengah, Kab/Kota Terbaik: Kota Madiun, Kab/Kota Berprestasi: Kabupaten Kebumen.

3. Wilayah Kalimantan => Provinsi: Kalimantan Selatan, Kab/Kota Terbaik: Kota Banjarmasin, Kab/Kota Berprestasi: Kabupaten Kutai Kartanegara.

4. Wilayah Sulawesi => Provinsi: Sulawesi Tenggara, Kab/Kota Terbaik: Kabupaten Bone, Kab/Kota Berprestasi: Kabupaten Boalemo.

5. Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua => Provinsi: Nusa Tenggara Barat, Kab/Kota Terbaik: Kota Mataram, Kab/Kota Berprestasi: Kabupaten Lombok Barat.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Mediaemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Poinnews.com dan Haipurwakarta.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik

Berita Terkait

Tidak Akan Wujudkan Swasembada Gula atau Beras Jika Andalkan Pulau Jawa untuk Lahan Pertanian
Dukung Makan Bergizi Gratis, PBB Sebut Merupakan Investasi yang Penting dan Efektif untuk Perbaikan Nutrisi
Ekspor dengan Tujuan Negara Belanda, Sebanyak 20 Ton Kelapa Parut Asal Sulawesi Utara Dinyatakan Aman
Hadapi Tantangan Pangan Global, Bapanas Dorong Pelaku Industri Gula untuk Rancang Strategi Persiapan
Sikapi Kondisi Pangan Global, Badan Pangan Nasional Dukung Peningkatan Produksi Dalam Negeri
Harga Eceran Minyak Goreng Rakyat Minyakita Naik Jadi Rp15.500, Mendag: Harga Beras Saja Sudah Naik
Bapanas Dampingi Ombudsman Cek Banpang Beras, Minimalisir Maladministrasi Keberlanjutan Program
Pada Tahun 2024 Ini, Perum Bulog Optimistis Bisa Serap Sebanyak Lebih dari 900 Ribu Ton Setara Beras
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:58 WIB

Tidak Akan Wujudkan Swasembada Gula atau Beras Jika Andalkan Pulau Jawa untuk Lahan Pertanian

Selasa, 9 Juli 2024 - 10:50 WIB

Dukung Makan Bergizi Gratis, PBB Sebut Merupakan Investasi yang Penting dan Efektif untuk Perbaikan Nutrisi

Selasa, 2 Juli 2024 - 17:04 WIB

Ekspor dengan Tujuan Negara Belanda, Sebanyak 20 Ton Kelapa Parut Asal Sulawesi Utara Dinyatakan Aman

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:18 WIB

Hadapi Tantangan Pangan Global, Bapanas Dorong Pelaku Industri Gula untuk Rancang Strategi Persiapan

Selasa, 25 Juni 2024 - 11:18 WIB

Sikapi Kondisi Pangan Global, Badan Pangan Nasional Dukung Peningkatan Produksi Dalam Negeri

Jumat, 21 Juni 2024 - 11:58 WIB

Harga Eceran Minyak Goreng Rakyat Minyakita Naik Jadi Rp15.500, Mendag: Harga Beras Saja Sudah Naik

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:33 WIB

Bapanas Dampingi Ombudsman Cek Banpang Beras, Minimalisir Maladministrasi Keberlanjutan Program

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:58 WIB

Pada Tahun 2024 Ini, Perum Bulog Optimistis Bisa Serap Sebanyak Lebih dari 900 Ribu Ton Setara Beras

Berita Terbaru