Realisasi Harga Impor Beras Indonesia yang Capai 655 Dolar AS per Ton Secara Nyata Sangat Ketinggian

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 10 Juli 2024 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi dan Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional) Arief Prasetyo Adi. (Dok. Westjavatoday.com)

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi dan Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional) Arief Prasetyo Adi. (Dok. Westjavatoday.com)

Oleh: Anthony BudiawanManaging Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

PANGANNEWS.COM – Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi telah dilaporkan kepada KPK.

Pelapornya adalah Hari Purwanto, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), atas dugaan markup impor beras yang merugikan negara sampai triliunan rupiah.

Dugaan markup harga beras ini begitu jelas, dan seharusnya mudah untuk ditelusuri.

Berdasarkan laporan BPS (Badan Pusat Statistik), realisasi impor beras Indonesia pasa Maret 2024 mencapai 567,22 ribu ton dengan nilai 371,6 juta dolar AS.

Artinya, realisasi harga impor beras di bulan Maret 2024 mencapai 655 dolar AS per ton.

Realisasi harga impor beras ini jauh lebih tinggi dari harga penawaran beras dari perusahaan Vietnam, Tan Long Group.

Tan Long Group hanya menawarkan 538 dolar AS per ton, atau lebih murah 117 dolar AS per ton dari realisasi harga beli Bulog.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Total impor beras tahun 2023 mencapai 3,06 juta ton, dan Januari-April 2024 sudah mencapai 1,77 juta ton. Total 4,83 juta ton.

Kalau modus markup sebesar 117 dolar AS per ton ini terjadi sejak tahun 2023, maka kerugian negara memcapai 565 juta dolar AS, atau sekitar 8,5 triliun rupiah.

Tentu saja Bulog menyangkal telah terjadi penggelembungan harga impor beras ini.

Menurut Bulog, perusahaan Vietnam Tan Long Group tidak pernah menyampaikan penawaran.

Tan Long hanya mendaftarkan diri sebagai pemasok atau peserta tender.

Aneh. Siapa yang percaya pernyataan Bulog, bahwa ada perusahaan hanya mendaftarkan diri sebagai peserta tender, tetapi tidak menyampaikan penawaran?

Ini yang pertama. KPK harus menelusuri sampai ke Tan Long Group, apakah benar mereka tidak menyampaikan penawaran.

Kedua, ada indikasi Bulog telah menyampaikan pernyataan tidak benar, alias berbohong.

Menurut Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mayoritas impor beras pada Maret 2024 justru berasal dari Vietnam sebesar 286,26 ribu ton.

Disusul Thailand 142,65 ribu ton, Myanmar 76,61 ribu ton, Pakistan 61,57 ribu ton, dan India sebesar 100 ton.

Pertanyaannya, siapa pemasok beras dari Vietnam tersebut? Apakah bukan Tan Long Group, perusahaan beras terbesar Vietnam?

Karena itu, KPK wajib mengusut semua dokumen penawaran tender impor beras tersebut, apakah ada konspirasi tender (pengkondisian) yang merugikan keuangan negara.

Ketiga, dugaan markup konspirasi tender impor beras dapat dikonfrontasi dengan harga beras internasional yang sangat transparan.

Harga beras Vietnam di pasar internasional turun terus sejak akhir tahun lalu.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Harga beras Vietnam dengan kualitas 5 persen broken per Maret 2024 hanya 585 dolar AS per ton.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Dan ternyata lebih mahal dari beras sejenis Thailand atau Pakistan, masing-masing sebesar 579 dan 581 dolar AS per ton.

Sedangkan untuk kualitas beras 25 persen broken, harga beras Vietnam jauh lebih mahal dari Thailand.

Harga beras Vietnam 557 dolar AS per ton, dan harga beras Thailand hanya 530 dolar AS per ton. (Baca: Vietnamese rice prices on the hike).

Oleh karena itu, realisasi harga impor beras Indonesia yang mencapai 655 dolar AS per ton secara nyata sangat ketinggian.

Sehingga merugikan keuangan negara dan karena itu bisa masuk tindak pidana korupsi.

Pada akhirnya, harga beras impor yang ketinggian tersebut akan dibebankan kepada masyarakat dengan harga beras yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat harus menuntut KPK untuk menyidik semua pihak sampai tuntas, sampai ke pihak yang paling bertanggung jawab.

Termasuk apakah Presiden Jokowi mengetahui atau tidak soal potensi/realisasi “kerugian negara” ini?***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Mediaagri.com dan Harianekonomi.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoekspres.com dan Hellotangerang.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Berita Terkait

Pihak Istana Jakarta Tanggapi Penembakan Terhadap Donald Trump, Pengamanan Presiden Jokowi Diperketat?
Kejaksaan Agung Periksa Ketua Tim Bidang Pertanian pada Kemenag dalam Kasus Importasi Gula PT SMIP
Kejaksaan Agung Periksa Direktur Teknis Kepabeanan R Fadjar Donny Tjahjadi, Kasus Importasi Gula PT SMIP
Kejagung Periksa Kepala Sub Direktorat DJKN Kemenkeu, Kasus Impor Gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana
Kalangan DPR Sepakat Bentuk Panitia Khusus Demi Mengetahui Kebenaran Soal Skandal Mark Up Impor Beras
Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya
5 Bidang Tanah dan Bangunan di Jakarta milik Harvey Moeis yang Disita Kejaksaan Agung, Ini Daftar Lengkapnya
Pansus Skandal Impor Beras Diperlukan untuk Memperbaiki Tata Kelola Pengadaan Pangan Nasional
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 09:01 WIB

Pihak Istana Jakarta Tanggapi Penembakan Terhadap Donald Trump, Pengamanan Presiden Jokowi Diperketat?

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:02 WIB

Kejaksaan Agung Periksa Ketua Tim Bidang Pertanian pada Kemenag dalam Kasus Importasi Gula PT SMIP

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:02 WIB

Kejaksaan Agung Periksa Direktur Teknis Kepabeanan R Fadjar Donny Tjahjadi, Kasus Importasi Gula PT SMIP

Kamis, 11 Juli 2024 - 11:02 WIB

Kejagung Periksa Kepala Sub Direktorat DJKN Kemenkeu, Kasus Impor Gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana

Kamis, 11 Juli 2024 - 10:21 WIB

Kalangan DPR Sepakat Bentuk Panitia Khusus Demi Mengetahui Kebenaran Soal Skandal Mark Up Impor Beras

Rabu, 10 Juli 2024 - 11:48 WIB

Realisasi Harga Impor Beras Indonesia yang Capai 655 Dolar AS per Ton Secara Nyata Sangat Ketinggian

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:44 WIB

Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya

Selasa, 9 Juli 2024 - 10:59 WIB

5 Bidang Tanah dan Bangunan di Jakarta milik Harvey Moeis yang Disita Kejaksaan Agung, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru